kalo gw mw dengerin Musik Favorit nah ini dia: Pop, RnB, hip-hop, dhank-doed, campur sari, orkes melayu, gamelan Jawa, gamelan Bali, rock tandas, rock mini, rock se-dengkul, rock tembus pandang, dan semuanya dah, poko'nya mah yg bisa bikin geleng-geleng kepala getu
Sabtu, 25 Desember 2010
Sahabatmu adalah kebutuhan jiwamu yang terpenuhi. Dialah ladang hatimu, yang dengan kasih kau taburi dan kau pungut buahnya penuh rasa terima kasih. Kau menghampirinya di kala hati gersang kelaparan, dan mencarinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian. Janganlah ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa (Kahlil Gibran)
Minggu, 12 Desember 2010
PESAN BUAT SUAMI ISTRI
Jika kita suami istri mulai belajar berkomunikasi dgn baik, maka rumah tangga pasti akan mengalami perubahan dan pemulihan.
Tidak akan pernah ada kata perceraian terjadi,untuk itu kita perlu jujur pada diri sendiri bagian mana yg perlu kita ubah.
Prinsip komunikasi yg sehat :
1. Jadilah pendengar yg baik
2. Berpikir sebelum berbicara
3. Berbicara dengan kasih
4. Jangan menghukum pasangan dgn puasa bicara
5. Jauhi berdebat
6. Kendalikan amarah waktu berbicara
7. Mintalah maaf bila bersalah
8. Jangan merengek
9. Berhentilah mengkritik, membangunlah
10. Hargailah pendapat orang lain
Hal yg perlu diperhatikan saat berbicara :
1. Volume - jgn terlalu keras
2. Pitch - Nada suara jgn tinggi/membentak
3. Moment - cari wkt yg tepat utk membicarakan masalah.
Sembilan puluh persen gesekan yg terjadi dlm kehidupan sehari2 disebabkan oleh nada bicara yg kurang baik.
Seseorg bersuka cita krn jawaban yg diberikannya dan alangkah baiknya perkataan yg tepat pd waktunya !
Teman, ketika kemarahan memuncak, pikirkanlah akibat-akibatnya.
Ingatlah selalu mengapa anda memilih dia, masa-masa indah dan perjuangan kalian bersama mewujudkan hari pernikahan anda.
Jika kita suami istri mulai belajar berkomunikasi dgn baik, maka rumah tangga pasti akan mengalami perubahan dan pemulihan.
Tidak akan pernah ada kata perceraian terjadi,untuk itu kita perlu jujur pada diri sendiri bagian mana yg perlu kita ubah.
Prinsip komunikasi yg sehat :
1. Jadilah pendengar yg baik
2. Berpikir sebelum berbicara
3. Berbicara dengan kasih
4. Jangan menghukum pasangan dgn puasa bicara
5. Jauhi berdebat
6. Kendalikan amarah waktu berbicara
7. Mintalah maaf bila bersalah
8. Jangan merengek
9. Berhentilah mengkritik, membangunlah
10. Hargailah pendapat orang lain
Hal yg perlu diperhatikan saat berbicara :
1. Volume - jgn terlalu keras
2. Pitch - Nada suara jgn tinggi/membentak
3. Moment - cari wkt yg tepat utk membicarakan masalah.
Sembilan puluh persen gesekan yg terjadi dlm kehidupan sehari2 disebabkan oleh nada bicara yg kurang baik.
Seseorg bersuka cita krn jawaban yg diberikannya dan alangkah baiknya perkataan yg tepat pd waktunya !
Teman, ketika kemarahan memuncak, pikirkanlah akibat-akibatnya.
Ingatlah selalu mengapa anda memilih dia, masa-masa indah dan perjuangan kalian bersama mewujudkan hari pernikahan anda.
Senin, 06 Desember 2010
ACLAN 




1. Ketulusan Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak". Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri. 2. Rendah Hati Beda dgn rendah diri yg merupakan kelemahan, kerendah-hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder. 3. Kesetiaan Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yg setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat. 4. Bersikap Positif Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan drpd keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb. 5. Keceriaan Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain. 6. Bertanggung Jawab Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya. 7. Kepercayaan Diri Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik. 8. Kebesaran Jiwa Kebesaran jiwa dapat dilihat dr kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan. 9. Easy Going Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya. 10. Empaty Empati adalah sifat yg sangat mengagumkan. Orang yg berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain. |
Sabtu, 04 Desember 2010
Kamis, 02 Desember 2010
Ini sebuah kisah yang bisa mengundang air mata siapa sahaja yang membacanya. Kisah ini saya dapat dari seorang rakan melalui e-mail. Setiap kali membaca kisah nie mesti bergenang air mata. Walaupu manusia memang sering melakukan kesilapan...mungkin ada kesilapan yang dilakukan boleh di maafkan atau diperbetulkan semula..dan mungkin juga ada kesilapan yang dilakukan bakal mengundang kekesalan yang tidak berpenghujungnya. Kerana itu Allah telah memberi akal kepada setiap manusia supaya boleh menilai menimbang dan berfikir sebaik-baiknya dalam melakukan sesuatu samada baik atau sebaliknya..terlajak perahu boleh diundur..terlajak perbuatan..sesal selamanya...
Kisah Si Kecil Ita...
Suatu hari dia terjumpa sebatang paku karat. Dia pun melakar simen tempat letak kereta ayahnya tetapi kerana diperbuat daripada marmar,lakaran tidak kelihatan. Dicubanya pada kereta baru ayahnya. Ya....kerana kereta itu bewarna gelap, lakarannya jelas. Apa lagi kanak-kanak ini pun melakarlah melahirkan kreativitinya. Hari itu bapa dan ibunya bermotosikal ke tempat kerja kerana laluannya sesak sempena perayaan Thaipusam.
Penuh sebelah kanan dia beredar ke sebelah kiri kereta. Dilakarnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu langsung tak disedari si pembantu rumah.
Pulang petang itu, terkejut besar pasangan itu melihat kereta yang baru setahun dibeli dengan bayaran ansuran yang belum habis berbayar, berbatik-batik.
Si bapa yang belum pun masuk ke rumah terus menjerit, 'Siapa punya kerja ni?' Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. .Mukanya merah padam ketakutan tambah-tambah melihat wajah bengis tuannya.
Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan 'Tak tahu... !''Saya tak tahu Tuan..!
''Duduk di rumah sepanjang hari tak tahu, apa kau buat?' herdik siisteri lagi.
Bila anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari bilik. Dengan penuh manja dia berkata 'Ita buat ayahhh.. cantik kan !' katanya menerkam ayahnya ingin bermanja seperti selalu.
Dengan kasih murni seorang anak yang belum memahami apa-apa, menarik lembut poket seluar abahnya, manja.
Si ayah yang hilang sabar merentap ranting kecil pokok bunga raya didepannya, terus dipukul bertalu-talu tapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa-apa terlolong-lolong kesakitan sekaligus ketakutan.
Puas memukul tapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Si ibu cuma mendiamkan diri, mungkin setuju dan berasa puas dengan hukuman yang dikenakan.Pembantu rumah melopong, tak tahu nak buat apa-apa, sungguh kesian dan teramat sedih, namun dia sangat takut .
Si bapa cukup rakus memukul-mukul tangan kanan dan kemudian tangan kiri anaknya. Selepas merasa puas, si bapa masuk ke rumah dituruti si ibu. Pembantu rumah segera memeluk dengan penuh sayang dan duka, cepat-cepat menggendong anak kecil itu, membawanya ke bilik.
Dilihatnya tapak tangan dan belakang tangan si anak kecil calar balar.Menangis teresak-esak keduanya, dalam bilik.Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiram air sambil dia menangis. Anak kecil itu pula terjerit-jerit menahan kepedihan sebaik calar-balar itu terkena air.
Si pembantu rumah kemudian menidurkan anak kecil itu. Si bapa sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah.
Keesokkan harinya, kedua-dua belah tangan si anakbengkak. Pembantu rumah mengadu. 'Sapukan minyak gamat tu!' balas tuannya, bapa si anak.
Pulang dari kerja, dia tidak melayan anak kecil itu yang menghabiskan masa di bilik pembantu. Si bapa konon mahu mengajar anaknya.
Tiga hari berlalu, si ayah langsung tidak menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu tetapi setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. 'Ita demam... ' jawap pembantunya ringkas. 'Bagi minum panadol tu,' balas si ibu.
Sebelum si ibu masuk bilik tidur dia menjenguk bilik pembantunya. Apabila dilihat anaknya ita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup semula pintu.
Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahu tuannya bahawa suhu badan Ita terlalu panas. 'Petang nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 siap' kata majikannya itu.
Sampai waktunya si anak yang longlai dibawa ke klinik. Doktor mengarahnya ia dirujuk ke hospital kerana keadaannya serius. Setelah seminggu di wad pediatrik doktor memanggil bapa dan ibu kanak-kanak itu.
'Tiada pilihan..' katanya yang mencadangkan agar kedua-dua tangan kanak-kanak itu dipotong kerana jangkitan yang sudah menjadi gangren sudah terlalu teruk.
'Ia sudah bernanah, demi nyawanya tangan perlu dipotong dari siku ke bawah' kata doktor. Si bapa dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dirinya tunggang terbalik, tapi apalah dapat dikatakan.
Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si bapa terketar-ketar menandatangani surat kebenaran pembedahan.
Keluar dari bilik pembedahan, selepas ubat bius yang dikenakanhabis, si anak menangis kesakitan. Dia juga terpinga-pinga, melihatkedua- dua tangannya berbalut putih.
Direnung muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah.Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam seksaan menahan sakit, si anak yang keletah bersuara dalam linangan air mata...
'Abah.. Mama... Ita tak buat lagi. Ita tak mau ayah pukul. Ita tak mau jahat. Ita sayang abah.. sayang mama.' katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa.
'Ita juga sayang Kak Narti..' katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuatkan gadis dari Surabaya itu meraung seperti histeria.
Tidak seorang pun yang melihat suasana itu tidak menangis.... 'Abah.. bagilah balik tangan Ita. Buat apa ambil.. Ita janji tak buat lagi! Ita nak makan, macam mana? Nak main macam mana? Ita janji tak conteng kereta lagi,' katanya bertalu-talu.
Bagaikan gugur jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraunglah dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tiada manusia dapat menahannya..
"Didiklah dan pukullah anak anda dengan penuh kasih sayang, bukan untuk lepaskan geram & marah anda...." (,")(",)
Kisah Si Kecil Ita...
Suatu hari dia terjumpa sebatang paku karat. Dia pun melakar simen tempat letak kereta ayahnya tetapi kerana diperbuat daripada marmar,lakaran tidak kelihatan. Dicubanya pada kereta baru ayahnya. Ya....kerana kereta itu bewarna gelap, lakarannya jelas. Apa lagi kanak-kanak ini pun melakarlah melahirkan kreativitinya. Hari itu bapa dan ibunya bermotosikal ke tempat kerja kerana laluannya sesak sempena perayaan Thaipusam.
Penuh sebelah kanan dia beredar ke sebelah kiri kereta. Dilakarnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu langsung tak disedari si pembantu rumah.
Pulang petang itu, terkejut besar pasangan itu melihat kereta yang baru setahun dibeli dengan bayaran ansuran yang belum habis berbayar, berbatik-batik.
Si bapa yang belum pun masuk ke rumah terus menjerit, 'Siapa punya kerja ni?' Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. .Mukanya merah padam ketakutan tambah-tambah melihat wajah bengis tuannya.
Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan 'Tak tahu... !''Saya tak tahu Tuan..!
''Duduk di rumah sepanjang hari tak tahu, apa kau buat?' herdik siisteri lagi.
Bila anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari bilik. Dengan penuh manja dia berkata 'Ita buat ayahhh.. cantik kan !' katanya menerkam ayahnya ingin bermanja seperti selalu.
Dengan kasih murni seorang anak yang belum memahami apa-apa, menarik lembut poket seluar abahnya, manja.
Si ayah yang hilang sabar merentap ranting kecil pokok bunga raya didepannya, terus dipukul bertalu-talu tapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa-apa terlolong-lolong kesakitan sekaligus ketakutan.
Puas memukul tapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Si ibu cuma mendiamkan diri, mungkin setuju dan berasa puas dengan hukuman yang dikenakan.Pembantu rumah melopong, tak tahu nak buat apa-apa, sungguh kesian dan teramat sedih, namun dia sangat takut .
Si bapa cukup rakus memukul-mukul tangan kanan dan kemudian tangan kiri anaknya. Selepas merasa puas, si bapa masuk ke rumah dituruti si ibu. Pembantu rumah segera memeluk dengan penuh sayang dan duka, cepat-cepat menggendong anak kecil itu, membawanya ke bilik.
Dilihatnya tapak tangan dan belakang tangan si anak kecil calar balar.Menangis teresak-esak keduanya, dalam bilik.Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiram air sambil dia menangis. Anak kecil itu pula terjerit-jerit menahan kepedihan sebaik calar-balar itu terkena air.
Si pembantu rumah kemudian menidurkan anak kecil itu. Si bapa sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah.
Keesokkan harinya, kedua-dua belah tangan si anakbengkak. Pembantu rumah mengadu. 'Sapukan minyak gamat tu!' balas tuannya, bapa si anak.
Pulang dari kerja, dia tidak melayan anak kecil itu yang menghabiskan masa di bilik pembantu. Si bapa konon mahu mengajar anaknya.
Tiga hari berlalu, si ayah langsung tidak menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu tetapi setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. 'Ita demam... ' jawap pembantunya ringkas. 'Bagi minum panadol tu,' balas si ibu.
Sebelum si ibu masuk bilik tidur dia menjenguk bilik pembantunya. Apabila dilihat anaknya ita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup semula pintu.
Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahu tuannya bahawa suhu badan Ita terlalu panas. 'Petang nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 siap' kata majikannya itu.
Sampai waktunya si anak yang longlai dibawa ke klinik. Doktor mengarahnya ia dirujuk ke hospital kerana keadaannya serius. Setelah seminggu di wad pediatrik doktor memanggil bapa dan ibu kanak-kanak itu.
'Tiada pilihan..' katanya yang mencadangkan agar kedua-dua tangan kanak-kanak itu dipotong kerana jangkitan yang sudah menjadi gangren sudah terlalu teruk.
'Ia sudah bernanah, demi nyawanya tangan perlu dipotong dari siku ke bawah' kata doktor. Si bapa dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dirinya tunggang terbalik, tapi apalah dapat dikatakan.
Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si bapa terketar-ketar menandatangani surat kebenaran pembedahan.
Keluar dari bilik pembedahan, selepas ubat bius yang dikenakanhabis, si anak menangis kesakitan. Dia juga terpinga-pinga, melihatkedua- dua tangannya berbalut putih.
Direnung muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah.Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam seksaan menahan sakit, si anak yang keletah bersuara dalam linangan air mata...
'Abah.. Mama... Ita tak buat lagi. Ita tak mau ayah pukul. Ita tak mau jahat. Ita sayang abah.. sayang mama.' katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa.
'Ita juga sayang Kak Narti..' katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuatkan gadis dari Surabaya itu meraung seperti histeria.
Tidak seorang pun yang melihat suasana itu tidak menangis.... 'Abah.. bagilah balik tangan Ita. Buat apa ambil.. Ita janji tak buat lagi! Ita nak makan, macam mana? Nak main macam mana? Ita janji tak conteng kereta lagi,' katanya bertalu-talu.
Bagaikan gugur jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraunglah dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tiada manusia dapat menahannya..
"Didiklah dan pukullah anak anda dengan penuh kasih sayang, bukan untuk lepaskan geram & marah anda...." (,")(",)
Langganan:
Postingan (Atom)